PCNU Kota Bontang Kecam Keras Tayangan 'XPose Uncensored' Trans 7, Duga Disusupi Klan Baalawi
BONTANG, LIRANEWS.COM | Menyambut Hari Santri Nasional 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bontang justru menyampaikan kecaman keras terhadap program acara XPose Uncensored yang tayang di Trans 7 pada 13 Oktober 2025 lalu. Program tersebut dinilai telah melampaui batas dengan menghina dan melecehkan alim ulama serta institusi Pesantren yang menjadi ciri khas NU.
Dalam pernyataanya melalui sambungan telepon pada Senin (20/10/2025), Ketua PCNU Bontang, H. Hartono, S.Ag, menyatakan sangat disayangkan bahwa tayangan tersebut bukan sekadar humor, tetapi sudah berbentuk pelecehan sistematis.
"Kami tidak bisa mentolerir tayangan yang melecehkan kewibawaan ulama dan merendahkan martabat pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa. Apa yang disajikan XPose Uncensored pada 13 Oktober lalu adalah bentuk penistaan terhadap simbol-simbol agama yang kami hormati," tegas H. Hartono dengan suara berwibawa.
Lebih lanjut, PCNU Bontang menyoroti adanya narasi dan gambaran yang mendiskreditkan para kiai dan kehidupan pesantren dengan cara yang tidak proporsional dan cenderung menghina. Mereka menilai tayangan tersebut telah memicu kegelisahan di kalangan warga Nahdliyin.
Yang lebih mengejutkan, PCNU Bontang menyebutkan adanya indikasi kuat bahwa konten penghinaan ini tidak muncul begitu saja. "Kami menduga kuat program ini telah disusupi oleh kepentingan kelompok tertentu, yang kami identifikasi sebagai klan Baalawi Indonesia, yang ingin mengikis pengaruh dan kredibilitas ulama Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia," tambah H. Hartono.
Terpisah MWCNU Bontang Barat menggelar Apel Akbar yang di pimpin oleh KH. Adam Mansur di halaman Masjid Raya Baiturrahman Kota Bontang, acara yang dihadiri oleh seribuan peserta itu berjalan sangat meriah dengan dirangkaikan acara donor darah dan cek kesehatan gratis. Ketua panitia acara Bambang Sukmantoro menyebutkan disamping acara apel akbar tersebut sedianya akan menyusul acara jalan santai yang digelar pada Minggu 26/10/2025 dengan hadiah utama sepeda motor listrik, diharapkan partisipasi aktif seluruh warga Nahdliyin Kota Bontang untuk memeriahkan acara tersebut.
Sementara itu di Jakarta K.H. Yahya Cholil Staquf selaku Ketua umum PBNU telah menginstruksikan kepada Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) untuk mengambil langkah-langkah hukum guna menyelesaikan kasus itu dengan sebaik-baiknya, Eko Yulianto, S.H. selaku Ketua LPBH NU Kota Bontang menyatakan dukungan penuh dan kesiapan dirinya untuk berpartisipasi aktif dalam tim yang dibentuk oleh pengurus besar tersebut.
Sebagai respons atas desakan publik tersebut Direktur Utama Trans 7, Atiek Nur Wahyuni dikabarkan telah mengambil tindakan tegas dengan mengehentikan program XPose Uncensored secara permanen, keputusan penghentian ini disampaikan Atiek pada RDP yang di gelar DPR RI di Jakarta bersama dengan Kementrian Komdigi, KPI dan Perwakilan Himpunan Alumni Pesantren Lirboyo. Ditambahkan pihak Trans 7 telah memutuskan kerjasama dengan production house XPose Uncensored dan menghentikan seluruh program yang dibuat oleh Sandika. Bahkan lebih jauh Pihak Trans 7 telah melakukan audit internal dan memberikan sanksi tegas terhadap pihak internal yang terlibat. (*)
---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar