Senin, 23 Juni 2025

Lima Orang Saksi Telah Diperiksa Terkait Dugaan Kejahatan Perbankan (Banking Fraud) di BRI Bontang

Lima Orang Saksi Telah Diperiksa Terkait Dugaan Kejahatan Perbankan (Banking Fraud) di BRI Bontang  

CATATAN BANG EKO | Kepolisian Resor (Polres) Bontang telah memeriksa lima orang saksi terkait dugaan kejahatan perbankan (Banking Fraud) yang melibatkan sejumlah pihak di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bontang, di Jalan MT. Haryono No.9, Kelurahan Api-Api. Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.  

Peristiwa ini bermula dari laporan Hj. Nurhasanah Syarief atau lebih dikenal sebagai Bunda Poppy selaku nasabah di bank plat merah tersebut, yang merasa sangat dirugikan akibat pihaknya telah menjadi korban kejahatan perbankkan (Banking Fraud) dalam kaitannya dengan pencurian, penipuan dan/atau penggelapan, pemalsuan dokumen, pencucian uang, pelanggaran atas Undang-undang Perbankkan,  Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dan Undang-undang Informasi, Transaksi Elektronik (ITE), yang dilakukan secara bersama-sama, terstruktur dan sistematis.

Kapolres Bontang melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP  H. Hari Supranoto, S.H.,M.H. mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan bukti terkait kasus tersebut. 

"Kami telah memeriksa lima orang saksi dan mengamankan sejumlah alat bukti dalam kasus tersebut. Saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa itu" jelasnya.  

Sementara itu Eko Yulianto, S.H. selaku kuasa hukum nasabah menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Bontang khususnya Bapak Kapolres dan Kasat Reskrim yang sangat cepat dan responsif dalam menanggapi laporan tersebut. Kami menyatakan sangat puas dengan kinerja jajaran penyidik Polres Bontang khsususnya dari Unit 2 Tipidter yang menangani kasus tersebut, mengingat tingkat kerumitan yang tinggi dan tenggang waktu peristiwa yang cukup lama dalam kasus ini yaitu bermula pada tahun 2015, ternyata para penyidik Polres Bontang telah dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk bisa mengungkap kasus ini. 

"Memang diakui secara materi kasus ini cukup rumit, karena melibatkan institusi perbankkan sebagai lembaga keuangan yang memiliki peraturan perundang-undangan sendiri dan peristiwanya pun terjadi dimasa lampau, saksi-saksinya juga sudah banyak yang pindah tugas atau mengundurkan diri, oleh sebab itu penyidik harus bisa mengurai dan mampu merekonstruksi peristiwa itu hingga dapat menentukan pelaku dan motif dari kejahatan perbankkan yang telah dilakukan" demikian pungkasnya.

Laporan lebih lanjut akan menyusul seiring dengan perkembangan penyelidikan yang telah dilakukan, namun demikian sejauh ini pihak Kepolisian telah menerbitkan SP2HP Nomor: B/122/VI/2025/Reskrim, tertanggal 23 Juni 2025. 


Minggu, 22 Juni 2025

Ranting NU Kelurahan Api-api Terus Istiqomah Gelar Lailatul Ijtima dari Masjid ke Masjid

Ranting NU Kelurahan Api-api Terus Istiqomah Gelar Lailatul Ijtima dari Masjid ke Masjid

CATATAN BANG EKO |  Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Api-api menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keagamaan dengan terus menggelar kegiatan Lailatul Ijtima secara rutin. Uniknya, kegiatan ini dilaksanakan secara bergiliran dari masjid ke masjid, dan musholla ke musholla di wilayah Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.

Pada kesempatan kali ini, Ahad, 22 Juni 2025 Lailatul Ijtima diselenggarakan di Masjid Nurul Hidayah dan dihadiri oleh jamaah dari berbagai lingkungan sekitar. Kegiatan diisi dengan pembacaan tahlil, sholawat, serta pengajian kitab yang disampaikan oleh Ustadz Ubaidillah dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Bontang.

Kegiatan Lailatul Ijtima ini merupakan forum silaturahmi dan penguatan spiritual warga Nahdliyin, yang diisi dengan pembacaan tahlil, sholawat, serta pengajian kitab kuning oleh para muballigh dari LDNU Kota Bontang.

"Ini bagian dari upaya kami untuk terus menghidupkan syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat, serta menjaga hubungan ukhuwah antar warga," ujar salah satu pengurus Ranting NU Api-api.

Dengan semangat istiqomah, kegiatan ini terus berjalan setiap bulan, meskipun dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat atau situasi yang tidak selalu mudah. Namun semangat jamaah tetap tinggi, membuktikan kecintaan mereka terhadap tradisi keagamaan yang telah lama mengakar dalam NU.

Sementara itu terpisah H. Hartono, S.Ag. Ketua PCNU Kota Bontang menyatakan dukungannya atas kegiatan tersebut dan berharap agar kegiatan itu dapat menjadi contoh bagi Ranting NU yang lain.

"Kegiatan Lailatul Ijtima dari masjid ke masjid yang dilakukan oleh Ranting NU kelurahan Api-api sangat baik sekali, saya sangat mendukung kegiatan tersebut, tapi saya menghimbau agar Ketua MWC NU agar menjaga statement yang baik, untuk tidak menjurus kepada unsur SARA" demikian ujarnya.

Diharapkan, kegiatan Lailatul Ijtima ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar warga, tapi juga menjadi sarana dakwah dan peningkatan kualitas keimanan masyarakat di Kelurahan Api-api, Kota Bontang.

Sumber Berita: Cyberldnu


Minggu, 15 Juni 2025

LIRA Dukung Pembangunan Pabrik Soda-Ash guna Mengurangi Pengangguran dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

LIRA Dukung Pembangunan Pabrik Soda-Ash guna Mengurangi Angka Pengangguran dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

CATATAN BANG EKO | Dewan Pimpinan Daerah LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kota Bontang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan pabrik soda ash di Kawasan Industri Pupuk Kaltim Bontang. Mega proyek itu dinilai sebagai langkah strategis Pemerintahan Bunda Neni untuk mengurangi angka pengangguran sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan.  


Eko Yulianto, S.H. selaku praktisi hukum dan aktivis LIRA mengungkapkan sejumlah dampak positif atas adanya mega proyek tersebut:  

1. Penciptaan Lapangan Kerja – Pembangunan pabrik soda ash akan membuka ribuan kesempatan kerja, baik dalam fase konstruksi maupun operasional.  

2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat – LIRA mendorong agar perusahaan melibatkan UMKM dan tenaga kerja lokal dalam rantai pasok dan layanan pendukung.  

3. Pelatihan & Keterampilan – Kolaborasi dengan pelaku industri diharapkan dapat memberikan pelatihan teknis bagi masyarakat, meningkatkan SDM daerah.  

4. Multiplier Effect Ekonomi – Keberadaan pabrik ini akan mendorong tumbuhnya industri turunan dan sektor pendukung, seperti logistik, perdagangan barang dan jasa.   

Lebih lanjut Eko mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung kegiatan proyek tersebut sejak dalam tahap konstruksi hingga dalam operasionalnya nanti, LIRA menyatakan kesediaanya untuk membantu memastikan proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Selain itu juga menekankan pentingnya aspek keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan ekologis dalam pelaksanaan proyek tersebut.  

"Kami mendukung penuh industri yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Pabrik soda ash harus menjadi penggerak ekonomi inklusif, bukan hanya untuk korporasi, tapi juga untuk masyarakat kecil di wilayah Buffer Zone perusahaan tersebut" tegasnya.  

Dengan adanya proyek ini, diharapkan Bontang dapat menjadi pusat industri kimia yang berdaya saing sekaligus menekan angka pengangguran melalui pembangunan yang berkeadilan.  

#LIRA #SodaAsh #Bontang #PenguranganPengangguran #PemberdayaanEkonomiMasyarakat

Sabtu, 14 Juni 2025

Wibisono Triatmojo Resmi Pimpin Paguyuban Warga Jawa Timur Kota Bontang 2025-2028

Wibisono Triatmojo Resmi Pimpin Paguyuban Warga Jawa Timur Kota Bontang 2025-2028

CATATAN BANG EKO | Dalam rapat pembentukan paguyuban warga Jawa Timur Kota Bontang yang digelar di Gedung NU Jl. Pattimura No.50 Bontang semalam (14/06/2025), Wibisono Triatmojo secara resmi terpilih sebagai Ketua Paguyuban Warga Jawa Timur Kota Bontang untuk periode kepemimpinan 2025-2028. Pemilihan berlangsung secara demokratis dengan suara bulat dari seluruh anggota yang hadir.  

Wibisono Triatmojo, yang sementara ini juga aktif sebagai Ketua Kerukunan Pensiunan LNG Badak (KPLB) Bontang itu dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk memperkuat solidaritas warga Jawa Timur di Bontang, meningkatkan program kesejahteraan anggota, dan mempererat hubungan dengan Pemerintah Daerah.  

"Saya bertekad menjadikan paguyuban ini sebagai wadah yang inklusif, bukan hanya sebagai tempat silaturahmi, tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya Jawa," ujar Wibisono di hadapan ratusan anggotanya.  

Beberapa rencana kerja yang akan dijalankan meliputi:  

1. Bantuan Sosial – Penguatan program BPJS Ketenagakerjaan mandiri untuk anggota yang berprofesi sebagai pekerja informal untuk kesejahteraan anggota dan keluarganya..  

2. Pelestarian Budaya – Mengadakan kegiatan rutin seperti wayang kulit, ludruk, dan kelas bahasa Jawa untuk generasi muda.  

3. Sinergi dengan Pemkot Bontang – Kolaborasi dalam program UMKM dan pelatihan kerja untuk warga keturunan Jawa Timur.  

Ketua terpilih ini telah mendapatkan dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat yang berkenan hadir dalam acara tersebut, diantaranya adalah tokoh masyarakat asal Blitar H. Ali Mustofa, S.Ag.M.Pd yang saat ini bekerja di Departemen Agama juga aktif sebagai Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bontang, "Kami yakin Pak Wibisono mampu membawa paguyuban ini lebih maju," demikian ujarnya.  

Sementara itu, Eko Yulianto, S.H. selaku ketua panitia mengaku cukup puas dengan hasil rapat tersebut, walaupun sebelumya sempat terjadi tarik ulur dalam prosesnya, namun demikian baginya hal itu merupakan hal biasa dalam dinamika sebuah organisasi. "Hasil rapat malam ini sudah sesuai dengan ekspektasi dan harapan kami, walaupun sempat terjadi dinamika politik di dalam prosesnya, tapi itu hal biasa" ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula Eko mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada sejumlah pihak seperti PCNU Kota Bontang, Hendra Mart, Raffi Design dan seluruh panitia yang terlibat dalam kegiatan tersebut, atas segala dukungan dan kontribusinya baik berupa materi, waktu, tenaga dan pikiran sehingga rapat pembentukan pengurus warga Jawa Timur kota Bontang dapat terlaksana dengan baik. 

Dengan pengalamannya di dunia organisasi dan jaringan yang luas, kami yakin Wibisono Triatmojo mampu membawa Paguyuban Warga Jawa Timur kota Bontang ke tingkat yang lebih baik dalam tiga tahun ke depan. (*)

Sabtu, 24 Mei 2025

Penyelundupan Komoditi Gula Pasir dan Beras Malaysia Marak Terjadi di Tarakan

Penyelundupan Komoditi Gula Pasir dan Beras Malaysia Marak Terjadi di Tarakan

CATATAN BANG EKO | Penyelundupan komoditi gula pasir dan beras asal Tawau Malaysia semakin marak terjadi belakangan ini, seperti peristiwa terakhir telah terjadi upaya penyelundupan 19.6 ton beras dan gula pasir subsidi asal Malaysia yang berhasil di gagalkan oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Perairan Sei Nyamuk Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan.

Namun demikian jika ditelusuri lebih dalam, terdapat suatu keanehan dalam kasus penyelundupan komoditi gula pasir dan beras asal malysia tersebut,  pasalnya terdapat seorang pengusaha asal Tarakan berinisial HH yang dengan leluasa dan terang-terangan berani melakukan bongkar muat komoditi gula pasir dan beras sebanyak 50-70 ton yang diduga berasal dari Malaysia dengan menumpang Kapal KLM MI pada hari Jum'at (23/05/2025) pukul 00.07 di dermaga SDP Tengkayu 1 Tarakan. Mereka begitu berani melakukan kegiatan tersebut walaupun harus melewati Pos TNI AL dan Kantor Polres Tarakan untuk menuju gudang penyimpanan .

Awak media Liranews.com sempat bertanya kepada HH, kenapa sampai Bu Haji turun langsung dalam kegiatan bongkar muat gula pasir dan beras dari kapal KLM MI tersebut, padahal anak buahnya banyak dan sudah larut malam "Harus dikontrol anak - anak itu supaya mereka rajin dan tidak main - main dalam bekerja " demikian ungkapnya .

Abdul Rahman selaku Gubernur LSM LIRA Kaltara mengatakan bahwa pengusaha HH ini patut diduga memiliki bekingan yang sangat kuat sehingga selalu lolos dan tidak pernah tersentuh oleh hukum, oleh sebab itu  kinerja aparat penegak hukum di Kalimantan Utara patut untuk dilakukan evaluasi, khususnya yang bertugas mengawasi bongkar muat di Dermaga SDP Tengkayu 1 Tarakan . "Ada apa dengan Bea Cukai, Syahbandar, TNI AL, Polairud, Kepolisian Resort Tarakan, dan Polda Kaltara yang terkesan tebang pilih dalam kasus penyelundupan ini, di satu sisi begitu agresif melakukan penangkapan kapal-kapal yang terindikasi menyelundupkan barang, sementara disisi lain membiarkan pengusaha HH ini memasukkan barang-barang dari Malaysia secara ilegal " demikian pungkasnya.

Laporan: Eko Yulianto

Operasi Jam Malam Pelajar Tidak Tepat Waktu dan Sasaran, Rugikan Sejumlah Pedagang Kecil dan UMKM Setempat

Operasi Jam Malam Pelajar Tidak Tepat Waktu dan Sasaran, Rugikan Sejumlah Pedagang Kecil dan UMKM Setempat 


CATATAN BANG EKO | Baru-baru ini, Pemerintah Kota Bontang menerapkan operasi jam malam pelajar di kawasan Pujasera Kopkar PKT pada pukul 20:00, yang bertujuan untuk mengawasi aktivitas pelajar dan mengurangi potensi kenakalan remaja. Namun, kebijakan ini dikeluhkan oleh sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat karena berdampak pada penurunan omzet, terutama pada jam-jam makan utama (misalnya sore/malam hari).  

Pemerintah hendaknya memahami dan menyadari pentingnya menjaga kedisiplinan pelajar sekaligus tetap mendukung kelangsungan usaha UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal. Operasi yang dilakukan tersebut bertujuan sangat baik dan mendapat dukungan sejumlah pihak dan orang tua siswa, namun demikian perlu dilakukan evaluasi waktu operasi, perlu dilakukan koordinasi antara Dinas Pendidikan, Satpol PP, dan asosiasi UMKM untuk meninjau ulang jadwal operasi, misalnya dengan mempertimbangkan durasi waktu jam malam, menghindari jam makan utama (misal: pukul 18.00–20.00) dan berokus pada lokasi/lajur tertentu yang rawan kerumunan pelajar, seperti warnet game online, rumah billiar, pusat perbelanjaan dan sejumlah kafe yang kerap menjadi tempat berkumpulnya para pelajar.  

Sementara itu Eko Yulianto, S.H. selaku praktisi hukum dan aktivis LIRA menyebutkan, hendaknya pemerintah mengakomodir keluhan para pedagang kecil tersebut, mengingat kondisi perekonomian yang sedang lesu dan warung-warung pada sepi, perlu dilakukan sosialisasi lebih intens lagi kepada masyarakat, pastikan pelajar, orang tua, dan UMKM memahami pentingnya kebijakan ini untuk mendisiplinkan seluruh pelajar di Kota Bontang, pesan tersebut dapat disampaikan melalui media sosial atau forum dialog.  

"Kebijakan publik harus menyeimbangkan antara ketertiban yang diharapkan dan dampak ekonomi yang ditimbulkan. Pemerintah harus berkomitmen dapat memberikan solusi yang adil bagi semua pihak tanpa mengorbankan kepentingan pelajar maupun UMKM" demikian pungkasnya.

Laporan: Eko Yulianto



Senin, 12 Mei 2025

Rudy Mas’ud Bantah Punya Kaitan dengan PT Barokah Karya Energi dan Gelapkan Pajak

Dr (c). Agus Amri, SH, MH, CLA, kuasa hukum Rudy Mas’ud,
Rudy Mas’ud Bantah Punya Kaitan dengan PT Barokah Karya Energi dan Gelapkan Pajak

JAKARTA, LIRANEWS.COM | Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud membantah keras dugaan keterlibatannya dalam perusahaan PT Barokah Karya Energy, perusahaan yang disebut-sebut terlibat penggelapan pajak senilai Rp1 triliun. Melalui kuasa hukumnya, Rudy menegaskan tidak memiliki hubungan hukum maupun kepemilikan dengan perusahaan tersebut.

“Berdasarkan akta pendirian dan perubahan perseroan, tidak ditemukan nama Rudy Mas’ud dalam struktur kepengurusan maupun sebagai pemegang saham PT Barokah Karya Energy,” ujar kuasa hukum Rudy Mas’ud, Dr (c). Agus Amri, SH, MH, CLA dalam pernyataan tertulis resmi yang diterima, Senin (12/5/2025).

Menurut Agus Amri, perusahaan tersebut didirikan di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan alamat di Ruko Plaza Juanda Blok B No. 33, Kelurahan Air Hitam. Berdasarkan akta yang dibuat oleh notaris Silvanus Deddy Nugroho, S.H., M.Kn., susunan pengurus dan pemegang saham perusahaan terdiri dari Ngadini Achmad selaku Direktur Utama, Essy Dian Wijaya sebagai Komisaris, serta Anif Achmaninsyah dan Raditiya Riefky Rahessa sebagai Komisaris Utama dan Direktur.

“Nama Rudy Mas’ud tidak tercantum di dalam akta perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), maupun data perpajakan dan company profile. Jadi tudingan bahwa beliau terlibat atau sebagai penerima manfaat adalah tidak berdasar,” tegas Agus Amri.

Pihak Rudy Mas’ud juga telah melakukan konfirmasi langsung kepada contact center PT Barokah Karya Energy melalui perwakilannya, Ngadini Achmad. Dalam klarifikasi itu, perusahaan menyatakan bahwa nama dan identitas Rudy Mas’ud telah dicatut secara sepihak dalam pemberitaan, tanpa konfirmasi atau verifikasi sebelumnya.

Lebih lanjut, PT Barokah Karya Energy membantah tuduhan telah menggelapkan pajak sebesar Rp1 triliun. Melalui konfirmasi kepada Account Representative Direktorat Jenderal Pajak wilayah Kalimantan Timur dan Utara, perusahaan memastikan tidak memiliki tunggakan pajak sebagaimana yang diberitakan oleh media Liranews.com.

Atas dasar itu, baik Rudy Mas’ud maupun PT Barokah Karya Energy menyatakan bahwa informasi yang beredar adalah hoaks dan menyesatkan. Mereka juga menilai berita tersebut mencemarkan nama baik serta melanggar prinsip-prinsip jurnalistik yang diatur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Pihak Rudy Mas’ud menyampaikan hak jawab ini sebagai bentuk sanggahan resmi terhadap pemberitaan yang dinilai palsu dan merugikan. (*)